Pages

Senin, 07 Januari 2013

Tugas tugas istri.

~(˘▽˘~) ♥. TUGAS TUGAS ISTRI ♥ (~˘▽˘)~.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرحِيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Istri juga mempunyai tugas-tugas yang sangat berat berkenanaan dengan suaminya yang sebagian dijelaskan dalam hadis-hadis. Semua tugas-tugasnya teringkas dalam kalimat yang singkat yaitu menjadi istri yang baik.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata "Jihad seorang perempuan (istri) adalah menjadi istri yang baik."

"Menjadi istri yang baik" yang terdapat dalam hadis adalah kalimat yang pendek namun memiliki arti yang luas dan meliputi semua kebaikan. Berkenaan dengan perempuan (istri) dapat dikatakan: Berlaku baik sebagai istri yang menerima kedudukan kepemimpinan suami dan menjaganya. Menjaga posisinya dalam keluarga dan diantara anak-anak. Dalam pekerjaan-pekerjaan penting bermusyawarah dengan suaminya.

Mematuhi perintah-perintah suaminya apabila suami menganggap bahwa keluar dari rumah tidak baik dan dia tidak mengizinkan istripun tidak keluar. Dengan prilaku dan akhlak yang baik serta kecintaannya membuat suami penuh harapan dan menjadikan rumah sebagai pusat keakraban dan kecintaan. Bersegera membantu suaminya dalam segala kesulitan dan bencana dan menenangkan hatinya. Amanat terhadap harta suaminya dan menjauhkan diri dari keborosan dan foya-foya. Mendorong suaminya dalam pekerjaannya yang baik. Menggunakan pakaiannya yang paling bagus di rumah dan berhias untuk suami dan selalu siap dan dalam otoritasnya. Berusaha untuk berada di rumah dan mendidik anak-anak. Menyimpan rahasia bisa dipercaya pengasih dan penyayang.

Berkenaan dengan istri seperti ini dapat dikatakan: Dia menjadi istri dengan baik dan perbuatannya dalam urutan berjihad di jalan Allah.

Di dalam hadis-hadis beberapa hal lebih ditekankan:

1. Mematuhi suami dalam hal-hal yang boleh

2. Memungkinkan suami dalam tidur bersama bersenang-senang dan melakukan hubungan seksual kecuali dalam hal-hal yang dilarang oleh syariat.

3. Amanat dan menjaga harta suami.

4. Menjaga kehormatan dan kesucian.

5. Memperoleh izin suami dalam keluar rumah.

Imam Al-Shadiq meriwayatkan dari ayah-ayahnya dari Rasulullah yang bersabda: "Seorang laki-laki muslim tidak memperoleh keberuntungan setelah Islam yang lebih utama selain istri muslimah yang membuatnya senang di saat melihatnya mematuhi perintah-perintahnya menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya apabila dia (suaminya) tidak ada."

Imam Muhammad bin Ali Al-Baqir as berkata "Seorang perempuan datang kepada Rasulullah seraya bertanya "Apa hak suami atas istri?" Beliau lalu menjawab" Hendaknya dia mematuhi suaminya tidak melanggarnya tidak bersedekah tanpa seizin dia dari rumahnya tidak berpuasa sunnah kecuali dengan izinnya dan tidak menolaknya dari berhubungan seksual walaupun di atas unta. Dan tidak keluar rumah tanpa seizin dia."

"......Parkir motor merasa was-was
Tak ada penjaga takut kecurian
Tidak puasa merasa was-was
masuk neraka didera siksaan..."

0 komentar:

Poskan Komentar